Kebanyakan pasangan mungkin merasa bahwa mengubah kehidupannya demi mencapai kehamilan adalah hal yang pasti. Namun, tidak semua perubahan dapat terlihat dalam waktu singkat. Anda mungkin menemukan diri Anda bertanya-tanya: kapan sebaiknya saya mulai self-screening untuk melihat apakah ada peningkatan pada kualitas sperma atau folikel? Apakah perubahan gaya hidup yang dilakukan setiap hari mempengaruhi hasil?

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara membaca hasil dari alat self-screening fertilitas?

Hasil ini dapat memberikan gambaran umum tentang kualitas sperma dan folikel, tetapi perlu diikuti dengan pemeriksaan medis lanjutan.

Apa tanda-tanda yang harus saya waspadai jika hasil screening positif?

Jika Anda memiliki faktor risiko tertentu atau hasil self-screening mengindikasikan kualitas sperma dan folikel rendah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ASHA IVF.

Apa yang harus saya lakukan setelah menerima hasil screening positif?

Anda harus meninjau gaya hidup Anda dan melakukan perubahan jika diperlukan. Kemudian konsultasikan hasil tersebut dengan asisten medis ASHA IVF untuk mendapatkan rekomendasi terbaik.

Apakah hanya alat self-screening yang dapat memberi tahu saya tentang kualitas sperma?

Alat ini adalah salah satu pertanyaan. Jika Anda menemukan faktor risiko atau hasilnya tidak jelas, Anda mungkin perlu melakukan uji laboratorium lebih lanjut.

Apa waktu terbaik untuk melakukan self-screening fertilitas?

Mulailah 3 bulan sebelum target konsepsi. Ini memberikan cukup waktu bagi perubahan gaya hidup dan dapat membantu menentukan apakah Anda memerlukan program infertilitas lebih lanjut.

Referensi

  • WHO, ASRM, ESHRE: Pedoman Medis untuk Kehamilan Alami
  • POGI/HIFERI: Antraksi Ovum dalam Program IVF