Kesuburan adalah hal yang tidak dapat diprediksi dan seringkali membuat pasangan menjadi takut untuk membicarakan masalah ini. Namun, penelitian menunjukkan bahwa banyak kasus infertilitas bisa dicegah atau diperbaiki sejak awal. Self-screening merupakan langkah pertama yang efektif dalam mencegah dan mempersiapkan diri terhadap kemungkinan kondisi ini. Dengan cek medis, pasangan dapat mengetahui status ke suburannya dengan tepat dan berkesempatan untuk mengambil tindakan perawatan sebelum masalah menjadi lebih serius.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang dimaksud self-screening?

Self-screening adalah proses memeriksa kesehatan dan kesuburan secara mandiri tanpa harus menunggu ada gejala atau komplikasi.

Kapan sebaiknya kita melakukan cek medis ke ASHA IVF?

Idealnya, Anda harus melakukan self-screening ketika berdua bermasalah dengan kesuburanku. Namun, jika Anda sudah mencapai usia 35 tahun atau lebih, self-screening juga direkomendasikan sebagai bagian dari rutinitas kesehatan.

Apa saja faktor risiko yang perlu kita pertimbangkan dalam self-screening?

Beberapa faktor risiko termasuk usia (partisipasi wanita di bawah 25 tahun dan pria di atas 40 tahun), riwayat infertilitas, penyakit jantung kronik, kehamilan ektopik sebelumnya, atau pernah mengalami kelahiran prematur.

Apa tanda-tanda yang perlu kita waspadai?

Tanda-tanda ini bisa termasuk masalah siklus menstruasi (misalkan tidak teratur), gejala kanker rahim, kondisi hormonal, atau ketidakmampuan bertelur.

Bagaimana cara membaca hasil self-screening dan apa langkah selanjutnya?

Hasil self-screening bisa sangat variatif. Pasangan yang memiliki masalah kesehatan tertentu mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter ASHA IVF untuk mengetahui kemungkinan tindakan perawatan atau program terbaik.

Referensi

  • WHO (World Health Organization), "Infertility: A Global Public Health Problem"
  • ESHRE (European Society of Reproductive Medicine), "Guidelines for the Diagnosis and Treatment of Infertility"