Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu self-screening?
Self-screening adalah proses pengevaluasian kondisi kesuburan Anda menggunakan alat medis dan berbagai tes laboratorium.
Kapan sebaiknya melakukan self-screening ini?
Pada usia 20-35 tahun, setiap pasangan harus mempertimbangkan untuk mengetahui kondisi kesuburannya.
Apa tanda-tanda yang perlu diwaspadai dan mengapa penting untuk melakukannya?
Tanda-tanda seperti single ovary atau riwayat operasi kista dapat berdampak pada kemungkinan kehamilan. Self-screening membantu mengetahui kondisi Anda sejak dini.
Apa yang harus dilakukan setelah melakukan self-screening dan mendapatkan hasilnya?
Jika tes menunjukkan ada masalah, langkah selanjutnya adalah berkonsultasi dengan dokter ASHA IVF Indonesia untuk merumuskan rencana perencanaan kehamilan.
Apakah semua pasangan perlu melakukan self-screening ini?
Iya, pasangan muda hingga usia 35 tahun sebaiknya mempertimbangkan self-screening.
Referensi
- ASRM (American Society for Reproductive Medicine) - Guidelines on Fertility Preservation
- ESHRE (European Society of Human Reproduction and Embryology) - Consensus Statement on Fertility Preservation
